Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Dari Akopsi Menuju Percepatan Pembangunan Sanitasi Indonesia

Pembangunan sanitasi di Indonesia memasuki babak baru. Dua belas walikota sepakat mendeklarasikan Aliansi Kota Peduli Sanitasi (Akopsi). Ini baru pertama kali di Indonesia ada sebuah aliansi pemerintah daerah yang memiliki komitmen serta keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pembangunan sanitasi kawasan perkotaan. 

Deklarasi itu berlangsung di Jambi, Kamis, 22 Oktober 2009, bersamaan dengan pelaksanaan City Summit VI. Aliansi Kota Peduli Sanitasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah kota untuk memberikan prioritas terhadap pembangunan dan pengembangan sanitasi yang juga menjangkau penduduk miskin kota sebagaimana tertuang dalam "Deklarasi Blitar” tahun 2000.
Aliansi kota peduli sanitasi diharapkan berperan untuk mendukung proses replikasi strategi sanitasi kota (SSK) di kota-kota yang memiliki komitmen untuk mempercepat pembangunan sanitasi karena komitmen semua stakeholders kota merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan sanitasi di Indonesia. 

Pembentukan aliansi ini didasari oleh kenyataan bahwa pengarusutamaan pembangunan sanitasi di Indonesia dewasa ini telah menjelma menjadi paradigma baru yang tidak mungkin ditarik mundur, dan bahkan perlu terus disebar-luaskan dalam rangka memperkuat upaya pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Berkembangnya paradigma baru tersebut dipicu oleh kuatnya semangat pro poor sanitation yang terpancar dari Deklarasi Blitar, dan didorong oleh kesadaran akan pentingnya peningkatan peran serta seluruh pemangku kepentingan melalui perluasan komitmen dalam Deklarasi Payakumbuh, dan semakin menguatnya kesadaran kota-kota di Indonesia tentang besarnya kerugian yang dapat ditimbulkan oleh buruknya kondisi sanitasi maupun besarnya manfaat yang diperoleh dari meningkatnya kualitas sanitasi di kawasan perkotaan.

Mau tidak mau kenyataan itu perlu segera diikuti dengan langkah konkret dalam bentuk penetapan kebijakan, penyusunan dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta kegiatan pembangunan secara nyata di lapangan. Untuk itu masing-masing kota harus bekerja keras dengan mengoptimalkan sumber daya internal dan meningkatkan daya dukung sumberdaya eksternal melalui kerjasama antar kota-kota Indonesia yang peduli terhadap permasalahan sanitasi di kawasan perkotaan.

Di sinilah pentingnya jaringan kerja sama antar kota-kota Indonesia yang peduli sanitasi. Nantinya aliansi ini diharapkan berkembang keanggotaannya secara lebih luas mencakup kota-kota lainnya di Indonesia.

Dan sejak dibentuk pada City Summit VI di Jambi, keanggotaannya bersifat terbuka sesuai dengan persyaratan, tugas dan tanggung jawab yang akan ditetapkan. “Mengingat bahwa permasalahan sanitasi kedepan cenderung terus berkembang sehingga juga dialami oleh seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, maka melalui deklarasi ini kami mengajak seluruh kota dan kabupaten di Indonesia untuk bergabung,” demikian salah satu bunyi deklarasi.

Para walikota yang menandatangani deklarasi ini berharapmendapatkan respon positip dan dukungan nyata dalam bentuk kebijakan lebih konkret dari pemerintah pusat dan provinsi sehingga pembangunan sanitasi kawasan perkotaan segera dijadikan sebagai program nasional sehingga memberikan dampak yang lebih besar kepada segenap lapisan masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keanggotaan Akopsi ini mencakup 12 kota. Enam kota adalah kota-kota yang ikut ISSDP (Indonesia Sanitation Sector Development Project) I yakni Jambi, Denpasar, Banjarmasin, Blitar, Surakarta, dan Payakumbuh. Enam kota lainnya adalah kota ISSDP II yakni Batu, Padang, Bukittinggi, Pekalongan, Tegal, dan Kediri.