Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Berita

Sampah Baterai, Kecil tapi Berbahaya

News image

Hampir setiap keluarga menggunakan baterai untuk keperluan peralatan elektronik, apakah itu kamera, remote, radio, walkman, lampu senter, laptop, jam tangan, dan lainnya. Kebanyakan baterai-baterai tersebut sekali pakai. Jarang orang menggunakan ...

Menjaga Septic Tank Berfungsi Baik

News image

Septic Tank atau sering disebut sebagai tangki septik adalah bangunan pengolah dan pengurai kotoran tinja manusia cara setempat (onsite) dengan menggunakan bantuan bakteri. Tangki ini dibuat kedap air sehingga air ...

animasi

Konferensi Sanitasi Nasional 2009

logo_KSN_2009_180pxTim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) kembali menggelar Konferensi Sanitasi Nasional. Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) merupakan upaya advokasi pembangunan sanitasi di Indonesia bagi pencapaian target pembangunan nasional. Konferensi akan berlangsung 8-10 Desember di Hotel Millenium, Jakarta.

Konferensi ini dilatarbelakangi kondisi sanitasi di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih banyak memerlukan perhatian, terutama karena akses masyarakat terhadap sanitasi dasar masih sangat rendah. Menurut Water Supply & Sanitation Collaborative Council, sebanyak 2,6 milyar manusia atau 40 persen penduduk dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan sanitasi dasar. Di Indonesia sendiri layanan sani­tasi dasar yang aman baru mencapai 71,06 persen penduduk di perkotaan dan 32,47 persen penduduk di perdesaan.

 

KSN 2009 mengambil tema: “Mempercepat pembangunan sanitasi, untuk memenuhi pelayanan dasar rakyat”. Tema ini cukup penting mengingat:

  1. Akses sanitasi penduduk Indonesia masih rendah. Sekitar 70 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses terhadap sanitasi. Sembilan belas juta di antaranya hidup di perkotaan dengan daya dukung lingkungan yang kritis.
  2. Kualitas lingkungan yang amat buruk. Kondisi di atas menghasilkan setidaknya 14.000 ton tinja dan 176.000 meter kubik urine terbuang setiap harinya ke badan air, tanah, danau, dan pantai. Dampaknya, 75% sungai tercemar berat dan 80% air tanah tercemar limbah manusia. Akibatnya masyarakat harus membayar rata-rata 25% lebih mahal untuk air bersih perpipaan.
  3. Dampak kesehatan masyarakat sudah sangat parah. Dari tiap 1000 bayi lahir, hampir 50 di antaranya meninggal karena diare sebelum usia 5 tahun. Buruknya sanitasi turut menurunkan nilai HDI (Human Development Index), Indonesia hanya menempati urutan 41 dari 102 negara berkembang di dunia.
  4. Potensi kerugian ekonomi yang amat tinggi. Berdasarkan studi Bank Dunia pada tahun 2007, potensi kerugian ekonomi akibat sanitasi buruk mencapai Rp. 58 triliun per tahun. Jumlah ini setara dengan 2,3% GDP atau sama saja dengan kebocoran pada angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Angka ini mencakup besarnya biaya kesehatan dan hilangnya produktifitas masyarakat yang terganggu akibat sakit.
  5. Investasi sanitasi yang masih belum memadai. Dalam lima tahun terakhir, investasi untuk sanitasi sudah meningkat pesat, yaitu mencapai sekitar Rp. 5.000 per kapita per tahun. Kondisi investasi pada periode 30 tahun sebelumnya (1974- 2004) hanya mencapai Rp. 200 per kapita per tahun. Namun peningkatan tersebut masih jauh dari ideal, karena baru 10% dari kebutuhan pelayanan sanitasi dasar yang seharusnya, yakni Rp. 47.000 per kapita per tahun. Angka yang amat timpang tersebut menunjukkan betapa jauhnya sanitasi Indonesia telah tertinggal.

KSN sebelumnya berlangsung pada tahun 2007. Saat itu KSN menghasilkan  Kesepakatan Bersama Konferensi Sanitasi Nasional yang dikenal dengan ’Deklarasi Jakarta’. Dalam Deklarasi Jakarta, para Menteri terkait pembangunan sektor sanitasi menyepakati pentingnya pembangunan sanitasi bagi kesejahteraan bangsa, khususnya masyarakat miskin. Sebagaimana KSN I, sejumlah menteri akan berbicara pada konferensi yang dihadiri para pemangku kepentingan sektor sanitasi di tingkat pusat dan daerah.

Peningkatan Perhatian

Sejak 2007, pemerintah terus berproses melakukan upaya peningkatan dukungan pembangunan sanitasi melalui peningkatan pemahaman tentang sanitasi di kalangan pejabat pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten. Hasilnya, dilahirkannya Deklarasi Blitar dan Deklarasi Payakumbuh sebagai pernyataan komitmen Pemimpin Daerah terhadap Percepatan Pembangunan Sanitasi. Selain itu, tahun 2008 yang ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi (International Year of Sanitation/IYOS) telah turut membangkitkan kesa­daran dan komitmen berbagai pemangku kepentingan.

Semuanya mengarah pada inisiatif daerah untuk membangun dan berkontribusi pada pembangunan nasional sektor sanitasi. Saat ini 24 kota yang telah memiliki Strategi Sanitasi Kota sebagai upaya awal membangun sanitasi perkotaan secara lebih terkoordinasi, komprehensif dan tanggap kebutuhan.

Pemerintah telah mencanangkan target pada tahun 2014 yaitu :

  1. Pengembangan pelayanan air limbah melalui sistem sewerage di 16 kota dan sistem setempat serta komunal di 226 kota.
  2. Stop Buang Air Besar sembarangan (BABs)..
  3. Penerapan praktik 3R secara nasional dan peningkatan sistem Tempat Penampungan 3. (TPA) sampah menjadi sanitary landfill untuk melayani 240 kawasan perkotaan.
  4. Pengurangan genangan air di 100 kawasan strategis perkotaan seluas 22.500 Ha.

Tujuan

KSN II bertujuan mengadvokasikan capaian pembangunan sanitasi di Indonesia berdasarkan Deklarasi Jakarta berikut target capaian pembangunan 2014 dan langkah yang diperlukan untuk mencapai target tersebut, dengan :

  1. Mengukur dan mempromosikan capaian pembangunan sanitasi berdasar Deklarasi Jakarta dari KSN I pada 2007 dan Rembug Sanitasi Nasional pada 2008.
  2. Memfasilitasi terbangunnya komitmen kerjasama antar pemangku kepentingan dalam pembangunan sanitasi.
  3. Meluncurkan Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP)  sebagai langkah kongkrit pembangunan Sanitasi di Indonesia untuk 5 tahun ke depan sekaligus sebagai momentum pencanangan Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi dalam Program Kerja Kabinet Indonesia Bersatu II.
  4. Berbagi informasi mengenai praktik-praktik sanitasi yang sudah terbukti berhasil dalam  rangka mendukung PPSP

Jadwal Kegiatan Konferensi Sanitasi Nasional (klik)

 

Kembali

Kliping Sanitasi

Sampah Plastik, Produsen Bertanggung Jawab

Produsen yang menggunakan kemasan berbahan plastik yang tidak bisa didaur ulang bertanggung jawab untuk mengurangi ...

"Green Label" Plastik Ramah Lingkungan

Berdasarkan data InSWA, 100 persen masyarakat di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya kurang dari ...

Plastik Oxium Terurai dalam Dua Tahun

Banyak orang beranggapan plastik adalah bahan non-organik yang berasal dari petroleum. Padahal, petroleum itu ...

Wujudkan Denpasar Bebas Sampah Pemkot Lakukan Gerakan Kebersihan Pantai Denpasar

Guna mewujudkan Denpasar bebas sampah, berbagai kegiatan dilaksanakan baik melibatkan masyarakat maupun pegawai di lingkungan ...

Ciangir Jadi TPA Regional

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Ciangir Tangerang akan menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional ...

Lautan Sampah Ancam Kota Bandung

Selama 14 hari, terhitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, sampah dari Kota Bandung kemungkinan ...

More in: Kliping

-
+
1

Cerita Dari Lapangan

Sistem Pengolahan Sampah di TPA Temesi, Gianyar: Buka Lapangan Kerja

Dari tahun ke tahun, kualitas lingkungan di Bali makin menurun. Ini tidak hanya terjadi di Bali, bahkan hampir di semua wilayah Indonesia. Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan ...

Mari Menciptakan Sanitasi Sehat

Bau bacin sampah yang membusuk bercampur bau anyir limbah ikan tidak menyurutkan semangat sejumlah siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kota Tegal untuk membersihkan selokan di kawasan industri file dan ...

Bank Sampah, Mengubah Pandangan tentang Sampah

Menyimpan sampah, terdengar paradoks. Sebab sampah adalah sesuatu yang biasanya kita buang. Tapi inilah yang dilakukan warga Badegan, Bantul, Yogyakarta. Mereka mengumpulkan, menyimpan lalu bahkan menabung sampahnya. Pukul 4 sore, warga ...

Pilah Sampah Sanur, Contoh Swakelola Sampah Desa Adat

Dua desa adat di kawasan Sanur, Denpasar, Sanur Kauh dan Sanur Kaja, bagus menjadi contoh dalam mendorong penguatan kesadaran sistem swakelola sampah organik dan anorganik. Warga kedua desa ...

Berkah Pendidikan Sanitasi di Sekolah

Anak-anak SD Percontohan 2 Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bermain riang. Saat itu jam istirahat. Mereka tak segan duduk di lantai sekolah.  Lantai porselin berwarna putih itu tampak mengkilat. Tak satu ...

Daur Ulang Limbah Kemasan Plastik Menjaga Lingkungan Sembari Berbisnis

Memang tak heran kalau naluri bisnis Yanti ‘tergerak’ melihat limbah-limbah kemasan plastik itu. Sehari-hari selain mengurus  keluarga, ia juga berbisnis kecil-kecilan dengan mendaur ulang limbah kulit jagung menjadi kerajinan b...

News image

Payakumbuh, Kesadaran Kepada yang Dasar

Pemerintah Kota Payakumbuh mengarahkan pembangunan untuk pembenahan kebutuhan dasar warga, yaitu pengelolaan sanitasi yang baik. Isu jamban, sampah, dan drainase bahkan dijadikan kampanye pilkada. Kota Payakumbuh termasuk sedikit kota di ...

News image

Lurung, Perjuangan Mengalirkan Air

Pipa sepanjang 300 meter itu mengubah kehidupan warga kampung Lurung, Kota Payakumbuh. Mereka tak lagi antre mandi di musala dan buang air besar di ‘tabek’ (kolam ikan). Tak ada kenangan pahit ...

More in: Cerita dari Lapangan