Sampah Baterai, Kecil tapi BerbahayaHampir setiap keluarga menggunakan baterai untuk keperluan peralatan elektronik, apakah itu kamera, remote, radio, walkman, lampu senter, laptop, jam tangan, dan lainnya. Kebanyakan baterai-baterai tersebut sekali pakai. Jarang orang menggunakan ... |
Menjaga Septic Tank Berfungsi BaikSeptic Tank atau sering disebut sebagai tangki septik adalah bangunan pengolah dan pengurai kotoran tinja manusia cara setempat (onsite) dengan menggunakan bantuan bakteri. Tangki ini dibuat kedap air sehingga air ... |

Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) kembali menggelar Konferensi Sanitasi Nasional. Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) merupakan upaya advokasi pembangunan sanitasi di Indonesia bagi pencapaian target pembangunan nasional. Konferensi akan berlangsung 8-10 Desember di Hotel Millenium, Jakarta.
Konferensi ini dilatarbelakangi kondisi sanitasi di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih banyak memerlukan perhatian, terutama karena akses masyarakat terhadap sanitasi dasar masih sangat rendah. Menurut Water Supply & Sanitation Collaborative Council, sebanyak 2,6 milyar manusia atau 40 persen penduduk dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan sanitasi dasar. Di Indonesia sendiri layanan sanitasi dasar yang aman baru mencapai 71,06 persen penduduk di perkotaan dan 32,47 persen penduduk di perdesaan.
KSN 2009 mengambil tema: “Mempercepat pembangunan sanitasi, untuk memenuhi pelayanan dasar rakyat”. Tema ini cukup penting mengingat:
KSN sebelumnya berlangsung pada tahun 2007. Saat itu KSN menghasilkan Kesepakatan Bersama Konferensi Sanitasi Nasional yang dikenal dengan ’Deklarasi Jakarta’. Dalam Deklarasi Jakarta, para Menteri terkait pembangunan sektor sanitasi menyepakati pentingnya pembangunan sanitasi bagi kesejahteraan bangsa, khususnya masyarakat miskin. Sebagaimana KSN I, sejumlah menteri akan berbicara pada konferensi yang dihadiri para pemangku kepentingan sektor sanitasi di tingkat pusat dan daerah.
Peningkatan Perhatian
Sejak 2007, pemerintah terus berproses melakukan upaya peningkatan dukungan pembangunan sanitasi melalui peningkatan pemahaman tentang sanitasi di kalangan pejabat pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten. Hasilnya, dilahirkannya Deklarasi Blitar dan Deklarasi Payakumbuh sebagai pernyataan komitmen Pemimpin Daerah terhadap Percepatan Pembangunan Sanitasi. Selain itu, tahun 2008 yang ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi (International Year of Sanitation/IYOS) telah turut membangkitkan kesadaran dan komitmen berbagai pemangku kepentingan.
Semuanya mengarah pada inisiatif daerah untuk membangun dan berkontribusi pada pembangunan nasional sektor sanitasi. Saat ini 24 kota yang telah memiliki Strategi Sanitasi Kota sebagai upaya awal membangun sanitasi perkotaan secara lebih terkoordinasi, komprehensif dan tanggap kebutuhan.
Pemerintah telah mencanangkan target pada tahun 2014 yaitu :
Tujuan
KSN II bertujuan mengadvokasikan capaian pembangunan sanitasi di Indonesia berdasarkan Deklarasi Jakarta berikut target capaian pembangunan 2014 dan langkah yang diperlukan untuk mencapai target tersebut, dengan :
Jadwal Kegiatan Konferensi Sanitasi Nasional (klik)
Sampah Plastik, Produsen Bertanggung JawabProdusen yang menggunakan kemasan berbahan plastik yang tidak bisa didaur ulang bertanggung jawab untuk mengurangi ... |
"Green Label" Plastik Ramah LingkunganBerdasarkan data InSWA, 100 persen masyarakat di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya kurang dari ... |
Plastik Oxium Terurai dalam Dua TahunBanyak orang beranggapan plastik adalah bahan non-organik yang berasal dari petroleum. Padahal, petroleum itu ... |
Wujudkan Denpasar Bebas Sampah Pemkot Lakukan Gerakan Kebersihan Pantai DenpasarGuna mewujudkan Denpasar bebas sampah, berbagai kegiatan dilaksanakan baik melibatkan masyarakat maupun pegawai di lingkungan ... |
Ciangir Jadi TPA RegionalTempat Pembuangan Sampah Terpadu di Ciangir Tangerang akan menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional ... |
Lautan Sampah Ancam Kota BandungSelama 14 hari, terhitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, sampah dari Kota Bandung kemungkinan ... |
|
More in: Kliping |
- + 1 |
Sistem Pengolahan Sampah di TPA Temesi, Gianyar: Buka Lapangan KerjaDari tahun ke tahun, kualitas lingkungan di Bali makin menurun. Ini tidak hanya terjadi di Bali, bahkan hampir di semua wilayah Indonesia. Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan ... |
Mari Menciptakan Sanitasi SehatBau bacin sampah yang membusuk bercampur bau anyir limbah ikan tidak menyurutkan semangat sejumlah siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kota Tegal untuk membersihkan selokan di kawasan industri file dan ... |
Bank Sampah, Mengubah Pandangan tentang SampahMenyimpan sampah, terdengar paradoks. Sebab sampah adalah sesuatu yang biasanya kita buang. Tapi inilah yang dilakukan warga Badegan, Bantul, Yogyakarta. Mereka mengumpulkan, menyimpan lalu bahkan menabung sampahnya. Pukul 4 sore, warga ... |
Pilah Sampah Sanur, Contoh Swakelola Sampah Desa AdatDua desa adat di kawasan Sanur, Denpasar, Sanur Kauh dan Sanur Kaja, bagus menjadi contoh dalam mendorong penguatan kesadaran sistem swakelola sampah organik dan anorganik. Warga kedua desa ... |
Berkah Pendidikan Sanitasi di SekolahAnak-anak SD Percontohan 2 Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bermain riang. Saat itu jam istirahat. Mereka tak segan duduk di lantai sekolah. Lantai porselin berwarna putih itu tampak mengkilat. Tak satu ... |
Daur Ulang Limbah Kemasan Plastik Menjaga Lingkungan Sembari BerbisnisMemang tak heran kalau naluri bisnis Yanti ‘tergerak’ melihat limbah-limbah kemasan plastik itu. Sehari-hari selain mengurus keluarga, ia juga berbisnis kecil-kecilan dengan mendaur ulang limbah kulit jagung menjadi kerajinan b... |
Payakumbuh, Kesadaran Kepada yang DasarPemerintah Kota Payakumbuh mengarahkan pembangunan untuk pembenahan kebutuhan dasar warga, yaitu pengelolaan sanitasi yang baik. Isu jamban, sampah, dan drainase bahkan dijadikan kampanye pilkada. Kota Payakumbuh termasuk sedikit kota di ... |
Lurung, Perjuangan Mengalirkan AirPipa sepanjang 300 meter itu mengubah kehidupan warga kampung Lurung, Kota Payakumbuh. Mereka tak lagi antre mandi di musala dan buang air besar di ‘tabek’ (kolam ikan). Tak ada kenangan pahit ... |
|
More in: Cerita dari Lapangan
|