Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Lima Keuntungan Pembangunan Sanitasi

Banyak orang yang tidak tahu betapa pentingnya pembangunan sanitasi. Meski sektor ini kelihatan sepele dan tidak terlalu penting, ternyata menyimpan potensi besar dalam menyumbang pembangunan. Apa saja keuntungan pembangunan sanitasi ini? Berikut ada lima keuntungan tersebut.

1. Menghindari pertumbuhan ekonomi semu

Studi Bank Dunia tahun 2007 menyebutkan, akibat sanitasi buruk negara mengalami kerugian setara 58 triliun. Jumlah kerugian tersebut sama dengan 2,1 persen pertumbuhan domestik bruto Indonesia.

Kerugian ini muncul sebagai akibat besarnya biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh masyarakat akibat penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi buruk seperti diare. Selain itu, munculnya penyakit menimbulkan produktivitas masyarakat turun. Ini juga menimbulkan kerugian secara ekonomi.

Lebih dari itu, sanitasi yang buruk menghambat pariwisata. Dalam beberapa kajian, para wisatawan terutama wisatawan asing sangat memerhatikan aspek sanitasi ini dalam kunjungan wisatanya. Sanitasi buruk akan menimbulkan citra negatif.

Tidak hanya itu, kerugian ekonomi lainnya adalah penolakan ekspor udang dari Indonesia ke Jepang karena dicurigai mengandung bakteri salmonella. Bahkan Taiwan, Amerika Serikat, Uni Eropa dan beberapa negara lain juga pernah melakukan hal serupa.

2. Menurunkan kesakitan diare 94 persen

Hasil studi organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan, meningkatkan akses bersih, sanitasi, perilaku higienis dan pengolahan air minum skala rumah tangga dapat menurunkan 94 persen kasus diare. Kondisi ini memengaruhi tingkat absensi masyarakat, khususnya anak sekolah. Jumlah hari anak-anak tidak masuk sekolah dapat berkurang 8 hari per tahun. Nah, dengan sanitasi yang baik maka tingkat produktivitas masyarakat meningkat hingga 17 persen. Maka makin baik derajat sanitasi maka kian meningkat income harian masyarakat.

3. Menurunkan angka kemiskinan

Berdasarkan studi, akibat sanitasi buruk, setiap keluarga di Indonesia harus kehilangan rata-rata Rp 1,25 juta per tahunnya. Meski kelihatan jumlah ini kecil, tapi bila dikalikan dengan jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan dan di bawah garis kemiskinan, jumlahnya menjadi sangat besar. Begitu sanitasi baik, angka kemiskinan akan turun.

4. Manfaat berlipat

Setiap 1 rupiah yang diinvestasikan untuk sanitasi ternyata bisa menghasilkan manfaat 8-11 kali lipat. Sebagai contoh, dalam pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Jawa Timur, setiap 1 rupiah yang diinvestasikan bisa memicu investasi masyarakat sebesar 35 rupiah.

5. Mencegah lebih baik daripada mengobati

Menurut studi ADB (Asian Development Bank), jika orang gagal menginvestasikan 1 rupiah untuk sanitasi, sehingga orang tidak mengelola sampah, membiarkan sungai-sungai tercemar, maka diperlukan biaya sebesar 36 rupiah untuk mengatasinya.

Walhasil, pembangunan sanitasi akan membawa dampak yang luas bagi sektor lainnya. Dan itu sangat menguntungkan.