Thursday, 20 August 2009 07:00
Dalam waktu dekat pemerintah Indonesia akan meluncurkan Program Nasional Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP). Program ini lahir tak lepas dari kondisi sanitasi 330 kota atau kawasan perkotaan yang memprihatinkan. Program yang berlangsung 2010-2014 ini berjalan sesuai dengan tiga target pembangunan sanitasi, yaitu: Program bersama lintas sektor dan lintas departemen yang tergabung dalam Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) ini telah mempersiapkan skenario besar berupa replikasi penyusunan strategi pembangunan sanitasi di 330 kota/kabupaten agar pembangunan di daerah berjalan dengan efektif, bersifat menyeluruh, dan berkelanjutan.
Dalam skenario tersebut, pemerintah daerah (kota/kabupaten) diberi kewenangan untuk menyusun sendiri strategi pembangunan sanitasinya. Tentu ada dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Melalui program ini diharapkan hingga tahun 2014 setidaknya 160 kota di antaranya telah mengimplementasikan strateginya di samping pelaksanaan pembangunan sanitasi yang sedang berjalan secara paralel.
Skenario besar ini dimulai dengan penyiapan kota/kabupaten melalui kegiatan kampanye, edukasi, advokasi, dan pendampingan serta penyediaan fasilitator untuk mendampingi proses penyusunan SSK yang akan berlangsung di kota.
Salah satu kegiatan persiapan untuk menjalankan skenario tersebut adalah penjaringan 41 kota yang akan mengadopsi penyusunan SSK pada tahun 2010 serta sejumlah propinsi yang akan menjadi pusat koordinasi regional bagi kota/kabupaten. Penjaringan ini juga merupakan sarana advokasi dan edukasi bagi kota/kabupaten dan propinsi agar semakin menyadari pentingnya pembangunan sektor sanitasi yang komprehensif dan terkoordinasi dalam kerangka pembangunan nasional.