Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Ayo Mana Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan 2012?

toilet_bersihToilet umum bersih? Harus! Soalnya, toilet bersih menjadi salah satu cermin peradaban. Dan ternyata, toilet umum bersih menjadi salah satu yang menjadi perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Maka, tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menganugrahkan penghargaan toilet umum bersih khususnya yang berada di Taman Rekreasi Buatan. Penghargaan itu sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak minat wisatawan.

"Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan 2012 dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan meningkatan motivasi kepada Pengelola Taman Rekreasi," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf, Firmansyah Rahim, dalam jumpa pers tentang kegiatan pemberian penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Taman Rekreasi di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (23/7/2012) malam.

Ia menjelaskan, langkah itu dalam rangka mewujudkan Sadar Wisata dan menerapkan unsur Sapta Pesona yaitu: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. Pemberian penghargaan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan citra destinasi pariwisata serta mutu produk dan mutu pelayanan pengelolaan toilet yang ada di Taman Rekreasi Buatan sebagai cermin budaya dan jati diri masyarakat di Indonesia.

Pemberian penghargaan untuk toilet bersih sendiri merupakan kelanjutan dari Penghargaan Toilet Umum Bersih di Bandara, Museum, dan Kebun Binatang yang telah  terlaksana sejak 2007.

Penilaian Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan 2012 mulai dilaksanakan pada 14 Mei hingga 9 September 2012 di 16 provinsi dengan jumlah 62 Taman Rekreasi Buatan.

Sedangkan untuk pemberian Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan 2012 akan dilaksanakan di Jakarta pada 27 September 2012 bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia.

Sejumlah Dewan Juri untuk kegiatan Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan 2012 terdiri atas Naning S. Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia/ATI), Eni Budiardjo (Asosiasi Toilet Indonesia/ATI), dan Sudaryatmo (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia/YLKI). Juga ada Gunawan Wibisono (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi/PUTRI), Hasanuddin Harahap (Asosiasi Pengusaha Hiburan Indonesia/ASPEHINDO), Hawwid Raden (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia/GIPI), Hilda Sabri (Media Bisnis Indonesia), Nani Sumaryati (Pemerhati Toilet Indonesia), dan Titiek Ediati (Pemerhati Toilet Indonesia).

Pemerintah berharap dengan adanya pemberian Penghargaan Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan maka akan mendorong masyarakat untuk lebih peduli dalam menggunakan Toilet Umum.

"Dan kepada para pengelola toilet dituntut agar selalu merawat dan menjaga kebersihan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Ini semua demi destinasi pariwisata yang lebih baik agar mampu mendongkrak minat wisatawan terhadap destinasi pariwisata di Indonesia," kata Firmansyah.

Undang Wisatawan

Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso mengatakan ketersediaan toilet bersih umum merupakani salah satu faktor penunjang pertumbuhan industri pariwisata.
Menurutnya wisatawan jauh lebih respek dengan daerah yang memiliki toilet umum bersih, terlebih wisatawan mancanegara.

"Semakin bersih dan banyak public toilet, semakin besar kemungkinan wisatawan mancanegara untuk datang,” ungkapnya.

Sebaliknya, tambahnya tak akan ada wisatawan yang mau datang kembali ke suatu negara kalau toiletnya rata-rata tidak bersih.

Pernyataan ini sudah ditegaskan oleh World Toilet Organization yang mengatakan toilet yang bersih terbukti mampu mendatangkan lebih banyak wisman. "Green toilet sudah menjadi tren dan kebutuhan warga dunia," katanya mengingat ketersediaan toilet bersih itu juga menjadi penangkal penyebaran penyakit di tengah perubahan cuaca yang terjadi di kawasan Asia.

Minim Perhatian

Harus diakui, jumlah toilet umum bersih di negeri ini masih bisa dihitung jari. Bahkan di tempat-tempat umum saja masih banyak toilet yang jauh dari kata bersih apalagi nyaman. Sampai-sampai Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai keberadaan toilet umum bersih belum menjadi priotitas pemerintah daerah.

Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo mengatakan penyediaan toilet umum bersih di Indonesiaa masih kalah dengan negara tetangga. Pihaknya kerap mendapat keluhan masyarakat terkait minimnya fasilitas toilet umum bersih terutama di ruang publik.

"Contohnya banyaknya keluhan toilet di bandara. Akhirnya kami sampaikan keluhan itu dan menjadi salah satu poin dalam renovasi bandara," jelasnya.

Minimnya ketersediaan toilet umum bersih, lanjutnya, berdampak pada kenyamanan masyarakat. Semestinya, pembuatan toilet disesuaikan dengan jumlah penduduk. “Di negara-negara Eropa, rasio jumlah toilet dengan penduduknya 1 toilet untuk sekitar 50 orang. Sementara di Indonesia belum begitu. Pemerintah, industri pariwisata, dan instansi di tanah air perlu mencontoh itu,” imbaunya.

Dalam kesempatan ini, YLKI mendorong pemda, instansi, dan pelaku usaha sektor wisata untuk menyediakan tolilet umum dalam kondisi bersih sebagai salah satu bentuk layanan bagi masyarakat. [] Ant/travelplus/MJ