Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Berita

Sepertiga Penduduk Dunia Tanpa Akses Sanitasi Pada 2015

News image

Lebih kurang 2,4 miliar orang—sepertiga penduduk dunia—akan tetap tanpa akses ke sanitasi yang baik pada 2015. Demikian disampaikan bersama oleh WHO/UNICEF dalam laporan terbaru mereka pada 13 Mei 2013. Dalam laporan ...

BARU!!! Panduan Praktis Pelaksanaan EHRA 2013

News image

Tahun 2013, telah ada Panduan Studi EHRA terbaru. Panduan ini telah mengalami penyesuaian dengan kondisi kekinian. Dengan panduan terbaru studi EHRA ini diharapkan dapat menyingkat waktu pelaksanaan, memberikan fleksibilitas alokasi ...

animasi

Kebijakan Pemrov: DKI Perlu Rencana Induk Sampah

DKI Jakarta perlu memiliki rencana induk sistem pengelolaan sampah sebagai pedoman penanganan sampah. Rencana induk yang dimiliki DKI Jakarta telah berakhir tahun 2005.

Pengamat persampahan, Sri Bebassari, Minggu (3/1) di Jakarta, mengatakan, rencana induk (master plan) sistem pengelolaan sampah seharusnya sudah tersusun tahun 2007 dan dibuat untuk 20 tahun ke depan.

”Hingga kini belum ada rencana induk yang mengatur persoalan sampah di DKI Jakarta. Padahal, rencana induk ini sangat penting sebagai pedoman pemerintah mengatasi persoalan sampah yang kian hari kian menumpuk,” ucap Sri Bebassari.

Rencana induk sampah yang pernah dimiliki DKI Jakarta dibuat tahun 1987 dengan bantuan JICA dan berakhir tahun 2005.

Data Dinas Kebersihan DKI Jakarta menunjukkan, tahun 2008 sampah yang dihasilkan warga 6.594,72 ton atau 29.676,24 meter kubik per hari.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengakui, pembuatan rencana induk sistem pengelolaan sampah 2010-2030 tersendat. Salah satu persoalannya adalah dukungan anggaran untuk merampungkan pembuatan rencana induk.

”Tanpa rencana induk, rencana pengolahan sampah yang sudah dirancang bisa diubah lagi jika ada pergantian pimpinan. Kalau rencana terus berubah, masalah sampah tentu akan sulit teratasi,” ucap Eko.

Saat ini Pemprov DKI sedang menata dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, dan di Ciangir, Kabupaten Tangerang. Dua TPST itu tidak lagi menggunakan sistem pembuangan sampah terbuka, tetapi pengolahan sampah dengan sistem sanitary landfill.

Pada tahap uji coba, hasil pengolahan sampah di TPST Bantargebang akan menghasilkan listrik 2 megawatt. Listrik adalah produk sampingan dari pengolahan sampah. Sementara TPST Ciangir ditargetkan berfungsi total awal 2012. Selain menampung sampah DKI, TPST Ciangir juga menampung sampah dari daerah sekitar.

Selain itu, ada tiga TPST di dalam kota, yakni di Cakung Cilincing, Marunda, dan Sunter. Tiga TPST itu akan difungsikan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke Bantargebang.

Kliping Sanitasi

Berani Buang Sampah Sembarangan, Kena Denda Rp 50 Juta

Warga Jakarta kini harus berpikir ulang membuang sampah sembarangan di ibu kota. Sebab, Pemprov DKI ...

48 Persen Masyarakat Belum Dapat Akses Sanitasi

Sekitar 48 persen penduduk Indonesia belum dapat mengakses sistem sanitasi sehingga hidup dalam lingkungan yang ...

Perda Disahkan, Buang Sampah Harus Bayar

Setelah melalui berbagai proses DPRD DKI Jakarta mengesahkan Rancangan Perda Pengelolaan Sampah menjadi Perda. Aturan ...

Pertamina Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

PT Pertamina akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, ...

Demi Pariwisata, Sampah di Bali Terus Dikurangi

Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver hari Rabu (15/5/2013) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT. ...

Atasi Banjir, Malang Bangun Drainase Rp 40 M

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membangun drainase sepanjang 1,312 kilometer untuk mengatasi banjir yang kerap ...

More in: Kliping

-
+
1

Cerita Dari Lapangan

Berkat Percaya Mitos, Kampung Adat Banceuy Bebas dari BAB Sembarangan

Aturan adat atau kepercayaan terhadap mitos tertentu seringkali membuat masyarakat lebih sulit untuk mengubah kebiasaan lamanya. Tapi di Kampung Banceuy, ...

Wow, TPA Sampah Terbesar di Eropa Disulap Jadi Cagar Alam

Tak selamanya sampah menjadi barang rongsokan yang tidak berguna. Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah terbesar di Eropa kini menjadi cagar ...

Menabung Sampah, Mendapat Uang

Bangunan kecil itu tampak sederhana. Berwarna oranye, ukurannya 1,5 x 2,5 meter. Lantainya tanah. Separuh dindingnya terbuat dari papan, sebagian ...

Arisan Jamban Warga Tuabatan NTT

Ajang kumpul-kumpul sambil menarik sejumlah uang memang tidak hanya milik kaum hawa, tak terkecuali para bapak di Desa Tuabatan, Kecamatan ...

Senayan City: Olah Air Limbah, Pangkas Tagihan Air

Siapa sangka jika air flushing (penggelontor) di toilet Mal Senayan City, Jakarta, adalah hasil daur ulang air limbah pusat perbelanjaan ...

Pengolah Sampah Pinggir Kali Brantas

Sejak Subuh, Mulyono menarik gerobak keliling Desa Mulyo Agung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penuh semangat, ia mengangkat sampah ...

More in: Cerita dari Lapangan