Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Berita

Catatan Akhir Tahun 2013: Gelora Sanitasi di Daerah

News image

Tahun 2013 menjadi tahun penting pembangunan sanitasi di Indonesia. Inilah tahun keempat pelaksanaan program nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Pelan tapi pasti program ini menjangkau lebih dari 60 persen ...

Asosiasi Toilet Indonesia: Toilet Bukan Pilihan Tapi Kebutuhan

News image

Pergi ke toilet bukanlah pilihan, tapi kebutuhan. Maka, toilet harus memenuhi persyaratan sehingga menjadi tempat yang nyaman dan sehat bagi masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) Naning ...

animasi

Kebijakan Pemrov: DKI Perlu Rencana Induk Sampah

DKI Jakarta perlu memiliki rencana induk sistem pengelolaan sampah sebagai pedoman penanganan sampah. Rencana induk yang dimiliki DKI Jakarta telah berakhir tahun 2005.

Pengamat persampahan, Sri Bebassari, Minggu (3/1) di Jakarta, mengatakan, rencana induk (master plan) sistem pengelolaan sampah seharusnya sudah tersusun tahun 2007 dan dibuat untuk 20 tahun ke depan.

”Hingga kini belum ada rencana induk yang mengatur persoalan sampah di DKI Jakarta. Padahal, rencana induk ini sangat penting sebagai pedoman pemerintah mengatasi persoalan sampah yang kian hari kian menumpuk,” ucap Sri Bebassari.

Rencana induk sampah yang pernah dimiliki DKI Jakarta dibuat tahun 1987 dengan bantuan JICA dan berakhir tahun 2005.

Data Dinas Kebersihan DKI Jakarta menunjukkan, tahun 2008 sampah yang dihasilkan warga 6.594,72 ton atau 29.676,24 meter kubik per hari.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengakui, pembuatan rencana induk sistem pengelolaan sampah 2010-2030 tersendat. Salah satu persoalannya adalah dukungan anggaran untuk merampungkan pembuatan rencana induk.

”Tanpa rencana induk, rencana pengolahan sampah yang sudah dirancang bisa diubah lagi jika ada pergantian pimpinan. Kalau rencana terus berubah, masalah sampah tentu akan sulit teratasi,” ucap Eko.

Saat ini Pemprov DKI sedang menata dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, dan di Ciangir, Kabupaten Tangerang. Dua TPST itu tidak lagi menggunakan sistem pembuangan sampah terbuka, tetapi pengolahan sampah dengan sistem sanitary landfill.

Pada tahap uji coba, hasil pengolahan sampah di TPST Bantargebang akan menghasilkan listrik 2 megawatt. Listrik adalah produk sampingan dari pengolahan sampah. Sementara TPST Ciangir ditargetkan berfungsi total awal 2012. Selain menampung sampah DKI, TPST Ciangir juga menampung sampah dari daerah sekitar.

Selain itu, ada tiga TPST di dalam kota, yakni di Cakung Cilincing, Marunda, dan Sunter. Tiga TPST itu akan difungsikan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke Bantargebang.

Kliping Sanitasi

Mulai Januari 2014, Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp2,5 Juta

Perda pengelolaan sampah yang sudah disahkan DPRD Kota Batam akan mulai efektif diberlakukan Januari 2014 ...

Sumbar Berpotensi Dirikan Industri Biogas dari Sampah Kota

Sumatera Barat memiliki potensi untuk mendirikan industri biogas dengan memanfaatkan sampah kota. Pasalnya, sampah kota ...

Kota Bandung Sulit Dapatkan Pembuangan Sampah

Karena kesulitan mendapatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Direktur Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Cece Iskandar, mengatakan ...

Bersihkan Ibukota, Pemprov DKI Operasikan 92 Angkutan Sampah Baru

Sampah merupakan salah satu persoalan utama Ibukota. Sampah juga menjadi penyebab tidak terselesaikannya masalah banjir. Namun, ...

Program Sampah Ditukar Beras Mulai Disoal

Program Wali Kota terpilih Makassar, Danny Pomanto-Samsu Rizal (DIA), yaitu sampah ditukar beras tahun depan ...

12 Persen Masyarakat Bali Tak Terakses Jamban Sehat

Pemandangan orang yang mencuci pakaian, mandi, dan buang hajat di sepanjang aliran sungai, tidak hanyua ...

More in: Kliping

-
+
1

Cerita Dari Lapangan

Buang Sampah, Warga Dapat Uang

Di Indonesia, penanganan sampah sebenarnya sudah diatur melalui UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang merupakan kewajiban bersama ...

Bendung Kematian Ibu-Bayi Dengan Arisan Jamban

Di pelosok Desa Ketro Kebonagung Kabupaten Pacitan seorang bidan mengubah pola hidup warga setempat. Bidan Sri Haryati membuat arisan jamban ...

Kiat Singapura Mengubah Air Limbah Jadi Harta Berharga

Air limbah rumah tangga yang kita buang ke got, rupanya harta karun bagi Singapura. Kepada air bekas mandi dan mencuci ...

Foto Dipajang, Cara DKI Jerakan Pembuang Sampah di Kali

Tidak mudah melarang warga DKI dan sekitarnya untuk tidak membuang sampah di kali. Meskipun Jakarta sudah menjadi langganan banjir setiap ...

Menengok Program MSMHP di Yogyakarta

Salah satu kota yang memiliki sewerage cukup besar dan tergolong ‘baru’ adalah Yogyakarta. Di kota ini JICA membangun Instalasi Pengolahan ...

Swedia Tertarik Konsep Bank Sampah di Godean

Bank Sampah 'Griya Sapu Lidi' di Perum Gumuk Indah, Sidoarum, Godean dikunjungi dua perwakilan dari negara Swedia, yakni Linda Eliasson ...

More in: Cerita dari Lapangan