Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Berita

Sampah Baterai, Kecil tapi Berbahaya

News image

Hampir setiap keluarga menggunakan baterai untuk keperluan peralatan elektronik, apakah itu kamera, remote, radio, walkman, lampu senter, laptop, jam tangan, dan lainnya. Kebanyakan baterai-baterai tersebut sekali pakai. Jarang orang menggunakan ...

Menjaga Septic Tank Berfungsi Baik

News image

Septic Tank atau sering disebut sebagai tangki septik adalah bangunan pengolah dan pengurai kotoran tinja manusia cara setempat (onsite) dengan menggunakan bantuan bakteri. Tangki ini dibuat kedap air sehingga air ...

animasi

Kebijakan Pemrov: DKI Perlu Rencana Induk Sampah

DKI Jakarta perlu memiliki rencana induk sistem pengelolaan sampah sebagai pedoman penanganan sampah. Rencana induk yang dimiliki DKI Jakarta telah berakhir tahun 2005.

Pengamat persampahan, Sri Bebassari, Minggu (3/1) di Jakarta, mengatakan, rencana induk (master plan) sistem pengelolaan sampah seharusnya sudah tersusun tahun 2007 dan dibuat untuk 20 tahun ke depan.

”Hingga kini belum ada rencana induk yang mengatur persoalan sampah di DKI Jakarta. Padahal, rencana induk ini sangat penting sebagai pedoman pemerintah mengatasi persoalan sampah yang kian hari kian menumpuk,” ucap Sri Bebassari.

Rencana induk sampah yang pernah dimiliki DKI Jakarta dibuat tahun 1987 dengan bantuan JICA dan berakhir tahun 2005.

Data Dinas Kebersihan DKI Jakarta menunjukkan, tahun 2008 sampah yang dihasilkan warga 6.594,72 ton atau 29.676,24 meter kubik per hari.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengakui, pembuatan rencana induk sistem pengelolaan sampah 2010-2030 tersendat. Salah satu persoalannya adalah dukungan anggaran untuk merampungkan pembuatan rencana induk.

”Tanpa rencana induk, rencana pengolahan sampah yang sudah dirancang bisa diubah lagi jika ada pergantian pimpinan. Kalau rencana terus berubah, masalah sampah tentu akan sulit teratasi,” ucap Eko.

Saat ini Pemprov DKI sedang menata dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, dan di Ciangir, Kabupaten Tangerang. Dua TPST itu tidak lagi menggunakan sistem pembuangan sampah terbuka, tetapi pengolahan sampah dengan sistem sanitary landfill.

Pada tahap uji coba, hasil pengolahan sampah di TPST Bantargebang akan menghasilkan listrik 2 megawatt. Listrik adalah produk sampingan dari pengolahan sampah. Sementara TPST Ciangir ditargetkan berfungsi total awal 2012. Selain menampung sampah DKI, TPST Ciangir juga menampung sampah dari daerah sekitar.

Selain itu, ada tiga TPST di dalam kota, yakni di Cakung Cilincing, Marunda, dan Sunter. Tiga TPST itu akan difungsikan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke Bantargebang.

Kliping Sanitasi

Sampah Plastik, Produsen Bertanggung Jawab

Produsen yang menggunakan kemasan berbahan plastik yang tidak bisa didaur ulang bertanggung jawab untuk mengurangi ...

"Green Label" Plastik Ramah Lingkungan

Berdasarkan data InSWA, 100 persen masyarakat di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya kurang dari ...

Plastik Oxium Terurai dalam Dua Tahun

Banyak orang beranggapan plastik adalah bahan non-organik yang berasal dari petroleum. Padahal, petroleum itu ...

Wujudkan Denpasar Bebas Sampah Pemkot Lakukan Gerakan Kebersihan Pantai Denpasar

Guna mewujudkan Denpasar bebas sampah, berbagai kegiatan dilaksanakan baik melibatkan masyarakat maupun pegawai di lingkungan ...

Ciangir Jadi TPA Regional

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Ciangir Tangerang akan menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional ...

Lautan Sampah Ancam Kota Bandung

Selama 14 hari, terhitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, sampah dari Kota Bandung kemungkinan ...

More in: Kliping

-
+
1

Cerita Dari Lapangan

Sistem Pengolahan Sampah di TPA Temesi, Gianyar: Buka Lapangan Kerja

Dari tahun ke tahun, kualitas lingkungan di Bali makin menurun. Ini tidak hanya terjadi di Bali, bahkan hampir di semua wilayah Indonesia. Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan ...

Mari Menciptakan Sanitasi Sehat

Bau bacin sampah yang membusuk bercampur bau anyir limbah ikan tidak menyurutkan semangat sejumlah siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kota Tegal untuk membersihkan selokan di kawasan industri file dan ...

Bank Sampah, Mengubah Pandangan tentang Sampah

Menyimpan sampah, terdengar paradoks. Sebab sampah adalah sesuatu yang biasanya kita buang. Tapi inilah yang dilakukan warga Badegan, Bantul, Yogyakarta. Mereka mengumpulkan, menyimpan lalu bahkan menabung sampahnya. Pukul 4 sore, warga ...

Pilah Sampah Sanur, Contoh Swakelola Sampah Desa Adat

Dua desa adat di kawasan Sanur, Denpasar, Sanur Kauh dan Sanur Kaja, bagus menjadi contoh dalam mendorong penguatan kesadaran sistem swakelola sampah organik dan anorganik. Warga kedua desa ...

Berkah Pendidikan Sanitasi di Sekolah

Anak-anak SD Percontohan 2 Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bermain riang. Saat itu jam istirahat. Mereka tak segan duduk di lantai sekolah.  Lantai porselin berwarna putih itu tampak mengkilat. Tak satu ...

Daur Ulang Limbah Kemasan Plastik Menjaga Lingkungan Sembari Berbisnis

Memang tak heran kalau naluri bisnis Yanti ‘tergerak’ melihat limbah-limbah kemasan plastik itu. Sehari-hari selain mengurus  keluarga, ia juga berbisnis kecil-kecilan dengan mendaur ulang limbah kulit jagung menjadi kerajinan b...

News image

Payakumbuh, Kesadaran Kepada yang Dasar

Pemerintah Kota Payakumbuh mengarahkan pembangunan untuk pembenahan kebutuhan dasar warga, yaitu pengelolaan sanitasi yang baik. Isu jamban, sampah, dan drainase bahkan dijadikan kampanye pilkada. Kota Payakumbuh termasuk sedikit kota di ...

News image

Lurung, Perjuangan Mengalirkan Air

Pipa sepanjang 300 meter itu mengubah kehidupan warga kampung Lurung, Kota Payakumbuh. Mereka tak lagi antre mandi di musala dan buang air besar di ‘tabek’ (kolam ikan). Tak ada kenangan pahit ...

More in: Cerita dari Lapangan