Opsi Teknologi: Drainase Tersier

Sistem drainase perkotaan terdiri atas saluran primer, sekunder dan tersier. Sistem drainase tersier didefinisikan sebagai sistem saluran awal yang melayani kawasan kota tertentu, seperti kompleks perumahan, area pasar, perkantoran, areal industri dan komersial.

Sistem drainase tersier sangat memengaruhi pelayanan perbaikan sanitasi. Ini terjadi karena ternyata drainase tersier punya fungsi ganda, yaitu: i) tempat pembuangan dan pengaliran grey water dan bahkan black water sepanjang tahun; dan ii) penyaluran air hujan/limpasan saat musim hujan tiba. Sistem drainase terbagi atas sistem gravitasi, sistem pemompaan dan sistem polder. Persoalan utama sistem drainase yang sekarang ada, termasuk kurangnya dana untuk perawatan, penyumbatan dan pendangkalan saluran, tidak tepatnya perencanaan, dan buruknya konstruksi.

Opsi teknologi drainase tersier, dijelaskan sebagai berikut:

 

KONSTRUKSI PENAMPANG

3.1.1 DRAINASE TANPA PERKERASAN

Drainase jalan yang menggunakan perkerasan cenderung mengakumulasi aliran air dengan volume besar dan kecepatan aliran yang relatif tinggi. Terkait green infrastructure, desain drainase tanpa perkerasan diharapkan dapat lebih meningkatkan kemungkinan terjadinya infiltrasi air ke dalam tanah.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (o)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (o)
Komunal : (++)
Publik : (++)

3.1.2 DRAINASE DENGAN PERKERASAN

Saluran drainase dapat dibuat dengan menggunakan perkerasan (batu kali, beton, dan lain-lain) atau tanpa perkerasan. Saluran drainase di komplek permukiman banyak dibuat bersamaan dengan drainase jalan.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (o)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (o)
Komunal : (++)
Publik : (++)

3.1.3 DRAINASE SWALE

Penggunaan media penyaring polutan adalah pembeda antara saluran drainase Swale dan konvensional. Media penyaring polutan ini biasanya diterapkan di daerah pantai, daerah berawa, atau daerah yang muka air tanahnya tinggi.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (o)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (o)
Komunal : (++)
Publik : (++)

 

BANGUNAN PELENGKAP

3.2.1 BAK PERANGKAP LEMAK (UNTUK BENGKEL DAN RESTORAN)

Bak Perangkap Lemak diperlukan untuk buangan air hujan dari bengkel dan restauran, atau industri kecil lainnya, yang dalam aktivitasnya membuang terdapat tumpahan oli atau lemak.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (++)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (++)
Komunal : (++)
Publik : (++)

3.2.2 KOLAM RETENSI

Kolam retensi (retention basin) adalah saluran terbuka dengan vegetasi tertentu (rumput dan lain-lain). Kolam retensi dikenal juga dengan istilah wet pond, atau wetpool. Kolam ini digunakan untuk mereduksi kadar polutan yang terbawa aliran air hujan.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (o)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (o)
Komunal : (++)
Publik : (++)

3.2.3 PARIT INFILTRASI

Parit infiltrasi adalah parit yang diisi agregat batu, sehingga memungkinkan penyerapan limpasan air hujan melalui dinding dan dasar parit.

Tingkat Aplikasi
Rumah Tangga : (o)
Lingkungan : (++)
Kota : (o)

Tingkat Pengelola
Individual : (o)
Komunal : (++)
Publik : (++)

 

Referensi:
Baca Referensi Sistem dan Opsi Teknologi Sanitasi