PPSP I

PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI PERMUKIMAN (PPSP)

Tentang Kami
Program Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah program nasional yang diluncurkan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk pembangunan sanitasi permukiman yang komprehensif dan terintegrasi, dari tingkat nasional hingga daerah, serta melibatkan baik pihak pemerintah maupun non-pemerintah.

PPSP diluncurkan pada tahun 2009 oleh Wakil Presiden (2009-2014) Budiono dalam acara Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) II. Program ini dilaksanakan selama limat tahun (2010-2014) dan diharapkan berkontribusi pada pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014 di bidang sanitasi, begitu juga pada pencapaian tujuan Pembangunan Milenium #7c untuk mengurangi hingga setengah dari proporsi mereka yang tidak memiliki akses sanitasi layak pada tahun 2015.

Mengapa
Sanitasi adalah salah satu pelayanan dasar yang kurang mendapat perhatian dan tidak dijadikan prioritas oleh pemerintah daerah. Berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi sanitasi di Indonesia cukup buruk dan tertinggal dibanding sektor pembangunan lainnya. Padahal, kondisi sanitasi yang buruk berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari penurunan kualitas lingkungan tempat tinggal, tercemarnya sumber air bagi masyarakat, peningkatan jumlah penyakit diare dan penyakit lainnya pada anak, menurunnya persaingan dan kinerja sebuah kota atau kabupaten yang kemudian berdampak juga pada penurunan ekonomi.

Untuk memperbaiki kondisi sanitasi, Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki kapasitas dan kualitas fasilitas dan infrastruktur sanitasi, yang pada akhirnya mengarah pada dicanangkannya program nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).

Prinsip
Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dijalankan dengan berpegang pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Komprehensif: menggunakan sudut pandang teknis dan non-teknis
  • Terintegrasi: dilsepakati dan dilakukan oleh semua pemangku kepentingan secara proporsional
  • Lintas sektor: dilaksanakan secara lintas sektor
  • Sinergis: efektif, efisien, sesuai dan tepat sasaran
  • Kombinasi pendekatan perencanaan yang top-down dan bottom-up: perencanaan di pusat dipertemukan dengan kebutuhan dan potensi daerah
  • Mengikuti alur penyelenggaraan dan penganggaran formal: mendorong pembangunan sanitasi sebagai salah satu prioritas pembangunan dengan tata kelola yang baik

Tujuan dan Sasaran
Untuk mendukung pencapaian target pembangunan sanitasi nasional, ditetapkan tujuan umum PPSP, yaitu: terwujudnya kondisi sanitasi permukiman yang layak bagi masyarakat yang memenuhi standar teknis, berfungsi secara berkelanjutan melalui perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan pada tahun 2014.

Secara jelas sasaran PPSP diterjemahkan sebagai berikut:

  • Terciptanya kondisi lingkungan yang mendukung (enabling environment) untuk pembangunan sanitasi di seluruh lini pemerintahan melalui peningkatan awareness, penyiapan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas;
  • Terwujudnya perencanaan pembangunan sanitasi di 33 provinsi dan 330 kabupaten/kota yang teridentifikasi rawan sanitasi;
  • Terwujudnya implementasi pembangunan sanitasi di sedikitnya 33 provinsi dan 160 kabupaten/kota yang teridentifikasi rawan sanitasi.

Komponen Sanitasi
Pengarusutamaan pembangunan sanitasi meliputi komponen-komponen sebagai berikut:

  • Air Limbah Domestik: limbah cair rumah tangga yang mencakup limbah black water, dan grey water.
  • Sampah Rumah Tangga: limbah padat (sampah) basah dan kering yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.
  • Drainase Lingkungan: drainase tersier/mikro dengan cakupan layanan kurang dari 4 (empat) hektar, dengan lebar dasar saluran kurang dari 0,80 meter.

 

 

 

Baca juga:
Organisasi
Tahapan
Persyaratan
Peserta