Momentum Advokasi di Kick-Off PPSP Kalsel 2016

Momentum Advokasi di Kick-Off PPSP Kalsel 2016

Paska Kick-Off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2016 untuk tingkat nasional, Provinsi seperti Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Tengah dan juga Kalimantan Selatan menyusul melakukan haul yang sama untuk tingkat provinsi di bulan Maret ini. Selain sebagai penanda dimulainya Program PPSP tingkat provinsi pada tahun 2016, Kick-Off Meeting menjadi ajang merapatkan barisan untuk menghadapi tantangan implementasi Program PPSP di daerah. Sebagai forum koordinasi, acara ini merupakan saluran komunikasi formal dua arah. Di satu sisi, Provinsi sewajarnya menjaga konsistensi untuk memfasilitasi, membina, dan mengawasi beberapa hal yang menjadi kewenangan atas Kabupaten/Kota serta mengawal kualitas perencanaan pembangunan sanitasi. Di sisi lain, Kabupaten/Kota dapat melakukan klarifikasi, konsultasi serta konsolidasi berbagai hal teknis dan non-teknis pelaksanaan PPSP yang mereka hadapi.

Pokja Provinsi Kalimantan Selatan telah sukses menguatkan sinergi melalui Kick-Off Meeting PPSP Kalsel 2016 pada 23 Maret 2016 kemarin. Selain dihadiri oleh para pejabat SKPD terkait di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, acara ini juga dihadiri oleh Pemerintah Pusat (PMU/PIUs PPSP), Direktur Eksekutif Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), dan para pemerhati sanitasi. Namun yang sedikit membedakan dari yang dilakukan provinsi lain, Kalimantan Selatan menitikberatkan momentum advokasi sebelum pelaksanaan Kick-Off.

Pada 22 Maret 2016, dengan menggandeng Jozrisal Zain (Direktur Eksekutif AKKOPSI), Desrates Iskandar (Prosda Kalsel) dan Alwis Rustam (Advocacy and Communication Specialist USDP), Pokja Sanitasi Provinsi Kalimantan Selatan melakukan audiensi kepada Gubernur terpilih, Sahbirin Noor. Selain menyampaikan persiapan terakhir dari Kick-Off Meeting Provinsi Kalsel, juga diulas mengenai hal-hal yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dalam pembangunan sanitasi di daerahnya sekaligus mencapai target Universal Akses Sanitasi di akhir 2019. Serius tetapi santai, demikianlah diskusi berjalan dengan lancar dan dalam suasana kekeluargaan. Gubernur Sahbirin Noor tidak sendiri dalam acara ini, bersamanya hadir pula Ir. Mariatul Isiah (Kepala Bappeda), Ir. M. Jasran, MP (Kabid Cipta Karya), Ir. Eddy Sofyan, M.AP (Kadis Kesehatan) dan para pejabat SKPD lainnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini semua kepala daerah terpilih hasil Pilkada Desember lalu tengah menyusun RPJMD untuk daerah masing-masing. Penguatan substansi pengarusutaman pembangunan layanan dasar, khususnya sanitasi, sangat dibutuhkan untuk mendukung kesiapan daerah mencapai target Universal Akses Sanitasi di akhir 2019 ini. Dan, momentum advokasi ini telah digunakan secara baik oleh Pokja Provinsi Kalsel (AR/DI)