Rafa Jafar, Kecil-kecil Peduli E-Waste

Rafa Jafar, Kecil-kecil Peduli E-Waste

NAMANYA Rafa Jafar atau akrab disapa RJ. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan berbagai perangkat elektronik. Saat itu usianya 11 tahun, Sekolahnya menugaskan setiap anak membuat proyek berdasarkan ketertarikan dan inisiatif mereka. RJ pun teringat akan kesukaannya pada perangkat elektronik, sekaligus kebingungannya saat perangkat tersebut tidak terpakai lagi. Ia mulai belajar banyak tentang hal ini dan menemukan bahwa sampah elektronik mengandung unsur-unsur yang beracun dan berbahaya bagi manusia maupun alam. Ia berkesimpulan bahwa sampah elektronik tidak boleh dibuang sembarangan saat mempresentasikan tugasnya dengan baik.

Dari proyek sekolah, menulis buku dan membuat dropzone E-Waste

Walaupun tugasnya terselesaikan, RJ menyadari bahwa tidak banyak informasi tentang sampah elektronik yang bisa diakses anak-anak seperti dirinya. Ia yakin bahwa sebenarnya banyak orang yang peduli persoalan sampah elektronik tetapi mereka tidak tahu cara pendaurulangan atau harus dibawa kemana agar tidak terbuang begitu saja. Masyarakat harus diberi informasi dan pemahaman. Pengetahuannya didokumentasikan setahun kemudian dalam buku yang berjudul E-Waste – Sampah Elektronik yang ditulisnya. Buku kecil berwarna hijau itu berisi ragam informasi tentang sampah elektronik dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik untuk dibaca dan mudah dimengerti.

Setelah bukunya terbit pada Maret 2015, RJ pun menginisiasi gerakan yang disebut #EWasteRJDropzone. Sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah elektronik dan membuangnya ke tempat yang sudah disediakan. Ia menyediakan box khusus untuk menampung barang-barang elektronik yang sudah tidak diminati, tidak terpakai, rusak atau sudah tidak bisa digunakan. Sampah yang terkumpul diserahkan ke perusahaan pengolah sampah elektronik terdaftar.

Sekarang RJ sudah berusia 13 tahun dan duduk di bangku SMP. Ia sudah meletakkan 12 dropzone di berbagai tempat, khususnya di SD-nya dulu dan SMP-nya sekarang. Ia juga aktif mempromosikan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah elektronik dengan baik. RJ masih memiliki mimpi untuk menambah dropzone di ruang-ruang publik, khususnya di areal perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Mengenal sampah elektronik

Sampah elektronik atau e-waste adalah istilah yang kerap digunakan untuk segala jenis perangkat elektronik yang sudah tidak diminati, tidak berfungsi atau rusak, dan sudah mencapai umur pakai sehingga tidak dapat digunakan lagi. Permintaan terhadap perangkat elektronik dan persaingan bisnis telah menyebabkan produksi yang masif dengan umur pakai yang pendek. Volume sampah elektronik pun terus bertambah tanpa disertai pengolahan sampah yang tepat.

Sampah jenis ini umumnya mengandung bahan kimia beracun dan berbahaya seperti lead, berylium, cadmium, mercury, dan lainnya. Kontak langsung dengan material ini dalam jumlah banyak dan prosedur yang salah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan fungsi syaraf otak. Sementara bila ditimbun di tanah atau dibakar juga dapat menyebabkan polusi tanah dan udara. Karena itu, sangat penting untuk memisahkan sampah jenis ini dengan sampah lainnya dan  memastikan proses pendaurulangan yang meminimalkan tingkat risiko.

Apa yang bisa kita lakukan?

Pendaurulangan dan penanganan sampah elektronik memang memerlukan teknologi khusus dan tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak ada yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah dengan menjadi konsumen yang bijak dan peduli lingkungan (green consumen). Belilah perangkat elektronik hanya bila dibutuhkan dan upayakan yang tahan lama. Gunakan perangkat dengan penggunaan wajar sehingga tidak mudah rusak serta pilihlah yang ramah lingkungan. Perangkat elektronik yang rusak atau tidak terpakai perlu dipilah dari sampah lainnya. Manfaatkan layanan EWasteRJDropzone atau sejenisnya untuk membuang sampah elektronik Anda. Bantulah menyampaikan pengetahuan baik ini kepada sebanyak mungkin orang agar makin banyak pula yang peduli. Jika Rafa Jafar bisa melakukannya, bukankah Anda juga bisa? [SL]

 

3 Comments

Post a Comment