[KSAN 2015] Ini Dia! Surat Terbuka Generasi Muda untuk Presiden Joko Widodo

KSAN 2015JAKARTA – Bertempat di Pusat Perfillman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta, Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015 kembali diselenggarakan oleh Pokja AMPL di bawah sorotan tema, ‘Mencipta Masa Depan Sanitasi dan Air Minum’.

Agenda dua tahunan ini dimulai dengan memberi ruang bagi suara generasi muda. Dua orang siswa, Nabila dan Pearly, mengungkapkan temuan, kegundahan, harapan, serta kontribusi mereka untuk sanitasi dan air minum yang layak melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Inilah suara generasi muda!
Bapak Presiden,

Saya kadang merasa sedih. Kata orang tua dan guru kita harus hidup bersih, tapi nyatanya, masih banyak orang yang membuang air besar di kali, masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Kadang, mereka yang punya mobil bagus, membuka jendela dan membuang sampah keluar. Saya bingung. Kalau saya ke toilet, toiletnya jorok dan bau. Mau cuci tangan, sabunnya tidak ada. Bahkan, airnya yang tidak ada.

Saya sering mendengar, bapak dan ibu menyebutkan 100-0-100. Bagi saya, 100-0-100 itu bukan sekadar nilai pelajaran, tetapi saya tahu, itu adalah target yang harus kita capai bersama. Saya pun punya mimpi yang sama, dimana 100 persen masyarakat sudah terlayani akses air minum dan sanitasi, serta tidak ada lagi permukiman kumuh di Indonesia.

Saat ini, masih kita jumpai sungai-sungai yang tercemar, orang-orang yang membuang sampah sembarangan, toilet rumah yang tidak tahu kotoronnya dibuang kemana. Saya bertanya, mengapa hal ini terjadi? Menurut dugaan saya, ini terjadi karena minimnya kesadaran masyarakat kita.

Bapak Presiden,

Saya bermimpi, suatu hari nanti, saya dan teman-teman saya bisa minum air langsung dari krannya, lalu saya dan teman-teman dapat bermain dan tetap aman di pinggir sungai, sungainya bersih dan tidak bau. Kemudian, kami bisa membuang sampah dengan di tempatnya, dimana sudah ada tempat untuk sampah kering dan sampah basah. Serta, banyak barang daur ulang yang bagus-bagus.

Saya memimpikan, sungai-sungai di Indonesia kembali jernih seperti sediakala. Hutan-hutan yang hijau, satwa-satwa yang hidup dengan bebas sebagaimana mestinya. Seperti itulah indahnya mimpi kami yang menginginkan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman untuk diwariskan kepada anak cucu kami kelak.

Maka dari itu, untuk mewujudkannya, sejak saat ini saya sudah mulai berbuat semampu saya agar air minum dan sanitasi semakin baik. Seperti, berbagi pengetahuan tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memanfaatkan air hujan, kepada teman-teman di sekolah saya, adik-adik di sekolah dasar dan panti asuhan. Saya juga mengajak teman-teman untuk membuang sampah di tempatnya, mengurangi jumlah sampah dengan membawa botol dari rumah, memanfaatkan ruang sesempit apapun untuk menanam sayuran dan tanaman lain. Saya juga mengajak lewat sosial media tentang air minum dan sanitasi, serta menjaga lingkungan.

Sejauh ini, hanya hal-hal sederhana yang bisa saya lakukan dengan harapan bisa bermanfaat pada lingkup kecil. Contohnya pada lingkungan tempat tinggal dan sekolah, seperti mengelola bank sampah yang ada di sekolah, kampanye sanitasi melalui media mural, dan mengajak teman-teman untuk menanggulangi lahan kritis dengan cara menggunakan katapel penyelamat lingkungan. Dimana setiap anak yang peduli lingkungan mengumpulkan biji-bijian dari pohon ataupun buah-buahan untuk disemai dan disebarkan pada lahan kritis di awal musim penghujan.

Memang hanya hal-hal kecil dan sederhana yang bisa saya lakukan, tetapi saya percaya jika hal-hal seperti ini menjadi kesadaran komunal di setiap komunal dan didukung oleh pemerintah, harapan yang besar akan jadi mudah diwujudkan.

Bapak Presiden,

Saya ingin toilet saya bagus, supaya saya tidak sakit menahan pipis karena saya jijik dan takut. Toiletnya gelap dan bau. Pak, saya ingin sekolah saya tidak banjir agar sepatu saya tidak kebasahan lagi.

Bapak Presiden,

Saya ingin teman-teman saya di daerah timur agar dapat merasakan akses sanitasi dan air bersih seperti kami di pulau Jawa. Saya yakin semua generasi muda yakin, Indonesia punya masa depan yang indah, dimana tertanam rasa kepedulian pada setiap individu masyarakat.

Terimakasih, pak Presiden!

Demikianlah suara hati generasi muda kita dan mimpi-mimpi mereka untuk sanitasi yang lebih baik di masa kini dan masa depan. [SL]