Dukungan Nawacita untuk Pencapaian SDGs

Dukungan Nawacita untuk Pencapaian SDGs

NEW YORK – “Lebih dari 15 tahun terakhir, delapan tujuan dan 60 target MDGs telah melahirkan perbaikan yang signifikan dalam pembangunan di tingkat nasional, regional dan global. MDGs telah mengajarkan kita untuk memahami dan mengakomodasi ragam dimensi yang melekat pada pembangunan. MDGs membantu membangun momentum gerakan anti-kemiskinan, yang merupakan salah satu gerakan global sepanjang sejarah”, demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M. (K) di New York tanggal 23 September yang lalu.

Sambutan tersebut disampaikan dalam pertemuan bertema, “Menerjemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam Agenda Pembangunan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiative (CISDI), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Ford Foundation, OSF, MAVC dan TIFA.Menurutnya, SDGs dalam 15 tahun ke depan akan diarahkan pada kewajiban-kewajiban melanjutkan dan memperluas keberhasilan MDGs. Dengan melihat pada inklusifitas proses penyusunannya, SDGs memang diharapkan mampu membangun diatas pondasi yang sudah ada. Selain itu, integrasi antardimensi yang berbeda dari pembangunan berkelanjutan, tidak hanya terkait pencapaian target, namun juga penting dipastikan upaya bersama di tingkat nasional untuk memasukkan SDGs dalam agenda pembangunan nasional dari perencanaan sampai pelaksanaan.

Menkes juga mengingatkan pentingnya tiga elemen kunci dalam pengarusutamaan pelaksanaan SDGs yaitu kerangka kebijakan, struktur institusi dan keterlibatan masyarakat. Tiga hal tersebut harus senantiasa disinkronkan satu sama lain karena tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh pemerintah.

Terkait upaya menerjemahkan SDGs dalam Agenda Pembangunan Nasional, Menkes optimis bahwa Nawa Cita atau 9 agenda prioritas nasional dapat berfungsi menjadi kendaraan merealisasikan SDGs. Sebagaimana SDGs, Nawa Cita juga diprioritaskan kepada kelompok berisiko dan menghadirkan pembangunan bagi semua. Perencanaan yang terintegrasi di tingkat nasional ini, nantinya tidak hanya melibatkan kementerian teknis, tapi juga melibatkan lembaga perencanaan tingkat nasional sebagai penghubung perencanaan pembangunan nasional.

SDGs akan menawarkan 17 tujuan dan 165 sasaran pembangunan berkelanjutan untuk diadopsi oleh berbagai negara pada Sidang Umum PBB ke-70 yang akan dimulai hari ini di New York. Indonesia termasuk negara yang akan hadir dalam Sidang tersebut. Dan patut dicatat, Indonesia telah selangkah lebih maju mengadopsi tujuan pembangunan sanitasi dalam perencanaan pembangunan nasionalnya. Salah satunya adalah penetapan akses air minum dan sanitasi untuk semua (Universal Access on Drinking Water and Sanitation) dalam RPJMN  yang sejalan dengan tujuan nomor enam SDGs. Upaya ini akan dikawal melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Sebuah program nasional yang telah berjalan sejak 2010.

“SDGs memberikan kepada dunia, infrastruktur yang cukup, untuk melakukan transformasi dunia di tahun 2030. Namun demikian, sejauh mana transformasi dapat dilakukan, tergantung pada aksi yang dilakukan di tingkat nasional”, tukas Menkes sambil mengajak semua pihak untuk turut bertransformasi demi masa depan yang diinginkan bersama. [SL]