[CSS XIV] Nugroho Tri Utomo: Sanitasi di Rumah, Sanitasi di Sekolah

[CSS XIV] Nugroho Tri Utomo: Sanitasi di Rumah, Sanitasi di Sekolah

BANDUNG – Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas, Nugroho Tri Utomo menyatakan bahwa sanitasi, khususnya sanitasi sekolah, harus selalu berbarengan dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar ada konsistensi. Baik di sekolah, maupun di rumah, tetap peduli sanitasi. Hal ini disampaikan pada City Sanitation Summit XIV dan Rakernas AKKOPSI VI pada 18 September lalu di Bandung yang bertema “Better Sanitation for Better City”.
Hal ini disampaikan guna menjawab tanggapan Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, tentang masih kurangnya gaung Sekolah Hijau. Menurut Herman Man, jika sanitasi menjangkau sekolah-sekolah maka Green City bisa terkelola.
Nugroho kemudian memberikan ilustrasi, “Kita punya 55 juta anak SD sampai SMP. Kalau mereka bisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kesadaran sanitasinya meningkat, 10 tahun lagi persoalan sanitasi beres”. Saat ini upaya pelibatan sekolah telah dimulai dengan memasukkan sanitasi sekolah dalam manual SSK sebagai suatu kesatuan. Anggaran negara untuk pendidikan juga cukup tinggi, jika memungkinkan, diharapkan perhatian Dinas Pendidikan diarahkan ke sanitasi.

Terkait sinergi antara STBM dan sanitasi sekolah, Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyayangkan Puskesmas yang masih ragu untuk ‘masuk’ ke sekolah. “Unit Kesehatan Sekolah (UKS) harusnya juga meliputi sanitasi. Harusnya sekolah dibina juga oleh Puskesmas atau Puskesmas Pembantu terdekat. Dan tupoksi ini ada di daerah”, paparnya.
Sementara Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, menyampaikan bahwa sanitasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah melalui Duta Sanitasi. Duta Sanitasi sudah digagas sejak 2008, dan saat ini sudah ada 1016 siswa yang menjadi duta. Tiap duta menyuluh sekurang-kurangnya 20 orang setiap tahun.
Bersamaan dengan CSS XIV dan Rakernas VI juga diselenggarakan Pameran Sanitasi. Sebagian besar peserta pameran adalah sekolah-sekolah di kota Bandung dan sekitarnya. Masing-masing memamerkan inisiatif sekolah untuk sanitasi. Di tiap booth sekolah, ada Duta-duta Sanitasi yang siap berbagi pengetahuan dengan pengunjung. (USDP/SL)